Dear Diary



Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain , ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

Note : jika anda merasa tulisan ini bermanfaat utk orang lainnya silahkan forward sebanyak2nya kepada rekan2 anda, semoga dapat menimbulkan hal yg bermanfaat buat mereka.


Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan dan bukan yg sudah berlalu.

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan. Berikanlah Cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

Jangan terlalu mendalami tentang cinta…
Bila tak bisa menerima, kegagalan…
Cinta bisa bahagia dan bisa terluka…
Disakiti… menyakiti hati…

Jangan pernah setia..
bila harus berujung menyakitkan..
Sia-sia setia.. bila harus selalu terluka..
Mungkin karena setia.. cinta takan pernah akan bahagia..
Tapi karena mendua.. cinta kan berakhir bahagia...

Karena cinta yang bisa membuat bahagia…
Karena cinta yang bisa membuat terluka…

Cinta adalah suatu kata yang teramat indah didengar, manis untuk diucapkan, dan begitu nikmat saat dirasakan. Jika seandainya lautan menjadi dawat dan digunakan untuk menuliskan aksara tentang cinta, maka mungkin tidak akan cukup. Jikalau seluruh pepohonan dijadikan kertas dan dipakai sebagai lembaran untuk menggoreskan cerita cinta, itu tak akan memadai. Andai seluruh waktu dipakai untuk mendongengkan cerita cinta, maka tak akan usai walau jarum jam tak sanggup lagi berputar. Bahkan belum sempurna iman yang kita miliki bila antar sesama belum saling mencintai.

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian! (HR. Muslim).

Namun jikalau kita mencoba membuka semua kitab cinta, menyaksikan layar kaca yang berkisah tentang cinta, dan melihat dalam diri kita yang mengklaim penuh cinta, semua cinta itu lebih banyak tertuju kepada dunia dan sesama manusia terutama lawan jenis dan diri sendiri. Kita bicara cinta sejati, kita bicara cinta suci, cinta sejati dan suci untuk makhlukNya. Bahkan atas nama cinta ’suci’ ada yang berani menentangNya dan melakukan dosa atas nama cinta. Demi cinta dunia dan isinya kita hanya bisa menyisihkan amat sedikit waktu untuk mengingatNya tanpa memberikan cinta.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
Sesunguhnya kelak di Hari Kiamat Allah akan berfirman, “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku”

“Aku mencintaimu karena Allah”. Kalimat ini mungkin ringan di lisan tatkala diucapkan pada seseorang yang dicintai. Namun bisakah kita membuat garis tegas antara cinta dan nafsu ? Apalagi cinta yang murni karena Allah. Sudahkah kita bercinta karena keagunganNya? Cinta yang didasari atas keinginan untuk makin taat kepadaNya tatkala kita mencintai seseorang. Cinta yang membawa para pelaku cinta makin taat padaNya dan tentram dalam keagunganNya. Bukan cinta yang malah menyeret kita makin jauh dariNya bahkan bermaksiat atas nama cinta. Saya masih ragu pada diri saya sendiri, apakah cinta yang kumiliki karena Allah?

Lalu, jikalau kita mengaku cinta pada Allah, apa yang menjadi bukti cinta itu ?Allah Ta’ala telah memberikan sebuah pedoman untuk mengetahui hakikat pengakuan cinta seseorang, (yaitu) bahwa yang menjadi ukuran dan bukti cinta seseorang kepada Allah ta’ala adalah sejauh mana dia dalam ber ittiba’ (mengikuti petunjuk) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun dan Penyanyang” (QS. Ali-’Imron: 31)

Jadi bukti cinta pada Allah adalah dengan mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah, taat kepada syariat yang dibawa oleh Rasulullah. Hal yang terpenting dalam cinta adalah pengakuan dan balasan dari yang dicintai. Walau para penyair sering mengatakan bahwa cinta sejati tak mesti berbalas. Cukuplah Qais mencintai Laila, walau Laila tidak mengakuinya. Namun adakah yang lebih penting dan agung selain dicintai oleh Allah?

Oleh karena itu barangsiapa yang menyelisihi, menyimpang dan meninggalkan petunjuk Rasulullah apalagi mengolok-olok, meremehkan, menghina dan menghujat syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, berarti dia tidak mencintai Allah ta’ala bahkan ia bermaksiat kepadaNya.

Intermezo kali ini akan membahas bagaimana temanku sebut saja namanya Satria Romeo Id. Dalam memulai proses jatuh cinta, mulai saat kenal cewek hingga ketika harus mengatakan, “Aku sayang padamu”.

Lihat diagram alir (flowchart) di samping. Anggap posisi A adalah saat dimana temanku (Satria Romeo Id) menghabiskan hari-hari dengan bekerja, belajar, atau kegiatan rutin lainnya. Suatu ketika, Satria Romeo Id bertemu dengan seorang cewek, dan akhirnya mengenalnya. Kenal di sini juga bisa diartikan hanya sekedar tahu saja. Kemudian, Satria Romeo Id akan sampai pada pertanyaan, apakah cewek ini sesuai dengan cewek ideal yang di idam-idamkannya? Well, seperti kebiasaan pada umumnya ketika memulai perkenalan, Satria Romeo Id selalu mulai dari fisik, atau casing.

Maklumlah, di sini Satria Romeo Id baru saja kenal dia, jadi tentu saja Satria Romeo Id belum tahu kecantikan hatinya. Satria Romeo Id berkata : ” jujur, cewek ideal ini kriterianya terbentuk baru ketika aku bertemu dengan dia”. Seorang yang sangat mempengaruhi pembentukan emosi hingga pendewasaan seorang Satria Romeo Id.
Dari situ, Satria Romeo Id secara tak sadar membuat semacam template, bahwa cewek ideal itu seharusnya seperti dia.



Oke, apa sih kriteria cewek idealnya Satria Romeo Id itu? Jika melihat kepada siapa Satria Romeo Id selalu jatuh cinta, maka kriteria itu akan menjadi: dia mesti berwajah imut-imut, wajahnya sejuk jika dipandang — seperti ada salju yang menyelubungi wajah beningnya , kecil tidak bongsor, dan berkerudung anggun.

Sampai di sini, hampir dipastikan Satria Romeo Id akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Dunia akan mulai terasa terbolak balik, dalam pikiran hanya akan ada wajahnya, ketika keberadaannya tiba-tiba tak ada di sekitarnya sehingga dia akan merasa kehilangan karena tak bisa mencuri pandang wajah sejuknya lagi.

Satria Romeo Id akan berusaha cari perhatian, berusaha selalu berada di radius pandangannya, dapatkan fotonya dengan atau tanpa seizinnya, dan berusaha memandang wajahnya selagi masih bisa.
Semakin dekat dengannya, akan ada gangguan-gangguan yang pasti datang. Yang paling sering terjadi adalah: ia sudah punya cowok! Pastilah, cewek seperti itu biasanya memang menjadi pujaan banyak orang. Sampai di sini Satria Romeo Id mulai takkan berani mendekatinya lagi.

Satria Romeo Id akan sesegera mungkin menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya, berlindung dibalik wajah kekanak-kanakan yang sering Satria Romeo Id andalkan untuk ditunjukkan kepada semua orang. Namun Satria Romeo Id sering tak sadar bahwa akan menunggunya hingga entah kapan.
Gangguan model lain adalah jika saingan yang datang terlalu banyak. Perlu diketahui Satria Romeo Id mungkin adalah orang yang sangat sombong, namun dalam soal kejar-mengejar cewek, Satria Romeo Id tak bisa sesombong biasanya. Tak banyak yan bisa dia lakukan untuk bisa menarik perhatian seorang cewek model begini.

Nah, apakah gangguan-gangguan tadi mematahkan semangatnya? Seperti yang telah saya sampaikan, jika patah semangat, Satria Romeo Id akan mundur teratur, perlahan-lahan menjauhi hingga hati nya tenang kembali. Jika kesempatan untuk mendapatkannya masih terbuka: YO! KEJAR DIA COI!! Dekati dia dalam tahap yang lebih serius. Artinya Satria Romeo Id akan mulai mengenal hatinya, sifatnya, dan semacamnya. Akan lebih berbahaya jika Satria Romeo Id sebelumnya telah jatuh cinta karena kecantikan hatinya. Karena jika sudah jatuh akan lebih lama sembuhnya.

Bagaimana responnya adalah reaksi yang tentu akan dilihat. Berdasarkan Hukum Newton II tentang Aksi-Reaksi, cewek adalah makhluk paling sensitif mengenai hal ini. Ia pasti tahu bahwa hingga titik ini Satria Romeo Id telah jatuh cinta padanya. Dia akan merespon. Bagaimana responnya pun sudah bisa dideteksi hingga titik ini. Contoh respon negatif: ia akan mulai malas bales SMS, dengan alasan yang paling aman, “ndak punya pulsa mas”.



Ia akan selalu tersenyum ramah menyambutnya, tapi ia tak akan pernah melakukan inisiatif duluan. Yang dia lakukan hanyalah menerima dan reaksinya hanyalah agar Satria Romeo Id tidak kecewa karena tidak mendapatkan respon yang baik.

Titik ini yang paling vital. Sampai di sini sebenarnya sudah bisa diketahui hasil akhir petualangan ini. Jika responnya positif, ah tentu saja tidak masalah. Namun bagaimana jika responnya negatif? Jika Satria Romeo Id berani dan nekat, tentunya Satria Romeo Id akan meneruskan dengan menyatakan cinta secara terbuka kepadanya. Tetapi jika Satria Romeo Id memutuskan mundur, maka flowchart kita akan kembali ke state A.

Tak banyak yang bisa membuatnya nekat. Banyak hal yang Satria Romeo Id pertimbangkan, dan jika pertimbangan itu membuatnya harus mundur, Satria Romeo Id akan memilih mundur. Namun dalam sejarah, dalam kasus flowchart ini, ketika Satria Romeo Id mulai jatuh cinta, Satria Romeo Id tak pernah mendapatkan respon positif yang memaksanya untuk maju ke state “Pernyataan Cinta” dan hanya sekali saja Satria Romeo Id nekat melakukannya.

Hingga saat Satria Romeo Id harus mengatakan, “Aku sayang kamu….. ”
Nah untuk hal ini Satria Romeo Id tidak meneruskan ceritanya…kepada siapa dia nekat menyatakan pernyataan hatinya. Hanya sekali. Dan Satria Romeo Id akhirnya tak pernah ada di state E (diterima). Satria Romeo Id mesti melalui state patah hati karena ditolak. Di titik ini, Satria Romeo Id mengenal tipe-tipe cewek yang paling egois dan hanya memikirkan diri sendiri, yaitu cewek yang sudah menolak untuk dimiliki, namun Satria Romeo Id selalu berusaha agar tetap memberikan cinta padanya tanpa ada komitmen. Hanya perlu langkah mudah bagi seorang cewek untuk membuat cowok yang menyayanginya berbuat begitu. Hehehe…

Penjelasan flowchart di atas selesai sampai di sini.

“Lalu bagaimana jika kamu didekati cewek Romeo? Apa yang kamu lakukan? ” begitu tanyaku
Silahkan respon posting ini, mungkin ada saran buat Satria Romeo Id atau malah kalian juga ada yang merasakan seperti Satria Romeo Id? yang tentunya membutuhkan saran juga dari teman2 Facebookers lainnya……


Setuju banget! Kalo memang cinta, gak perlu banyak omong… Tunjukkin aja! ;)

btw, si adik kecil ini lucu-lucu sekaliiii *cubit2 pipiii*…


Love, Love, Love!

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta,apakah hanya sbts kata yg tak bisa di jadikan harapan,apakah hanya sbts kata yg tak bs dijadikan khdpn,apakah smuanya menjadi kata yg hanya pantas dijadikan sbh kata yg tanpa makna,apa arti pengorbanan jika smuanya menjadi kebohongan,apa arti kehidpun jika hanya menjadi kematian dgn perlahan,apa artinya sudah.
Saat kita berpegang teguh pada cinta, tampaknya tidak masuk akal jika kita melepaskannya. kita akan kehilangan sebagian dari diri kita, karena kita tidak sempurna tanpa orang lain. kita membutuhkan orang lain untuk membuat kita merasa utuh. Jika kita percaya semua berjalan dengan semestinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada ketakutan, tidak ada yang namanya kekurangan.
wuih berat kata2nya. tapi 1st of all, hmm, sebenarnya cinta yg ideal adalah apabila 2 orang saling menyayangi, ketika sudah begitu wlp mereka kayak langit dan bumi pun, perasaan ingin deket tetep ada..
cuma cinta itu harus dipelihara oleh kedua belah pihak, jadi ketika yg satu pincang, masalah mulai datang. huh, enaknya cinta ... langsung aja ke cinta yg halal ketimpang cinta monyet yg masih ada banyak keraguan.. (wah jadi curhat nech, tapi bener ini kisah nyata yg dialami ma temen aq, kacian dia hiks)..

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Gita Sovianita Sandiah